S
Sutan Muhammad Al Fatih
Painan, Pesisir Selatan
"Dulu saya orangnya grusa-grusu," katanya sambil tersenyum. "Semua ingin cepat selesai, cepat dapat hasil. Saya sering kecewa dan stres."
M
Made Wiweka Dharma
Negara, Jembrana
Pak Harjo lalu bercerita tentang masa pensiunnya yang sepi. Ia merasa kehilangan arah. Hingga suatu hari, cucunya mengajarinya membuka situs BANSOSWIN saat ia sedang bosan. 'Kakek coba deh, tapi jangan serius-serius.'
A
Andi Tenri Sau
Watampone, Bone
"Dari situ, saya membuat aturan sendiri. Setiap sore, saya luangkan maksimal 10 menit untuk sekadar melihat-lihat permainan kartu di BANSOSWIN. Saya tidak memburu apa pun, saya cuma membuka dan melihat nomor yang keluar. Tapi pelan-pelan, kebiasaan kecil itu mengubah cara saya berpikir."
Ia menjelaskan bahwa di usianya, ia belajar bahwa hidup ini seperti permainan—ada yang bisa dikendalikan, banyak yang tidak. "Saya belajar menerima nasib tanpa menyerah. Bahkan kalau nomor gagal, saya sudah punya kepuasan lain: ritusnya. Saya jadi lebih damai," ujarnya.
Pak Harjo mengakui, BANSOSWIN secara tidak langsung mengajarinya tentang ketenangan dan konsistensi sebuah rutinitas kecil. Dari kebiasaan itulah, ia sekarang lebih dekat dengan tetangga dan sering berbagi cerita. Ada kepahitan yang menguap, ada makna yang tumbuh.
Saat saya pamit, beliau berpesan, "Jangan pernah remehkan ritual kecil. Ia bisa menggerakkan hidup secara diam-diam, seperti air yang merembes lalu membentuk sungai." Tersenyum, ia menambahkan, "Teman-teman yang mau, silakan cicipi BANSOSWIN juga, tapi ingat tetap santai ya."
Langkah saya keluar dari kedai terasa ringan. Kadang perubahan tak butuh gempa besar, cukup ketukan halus berulang. Saya rasa, saya juga perlu ritus kecil baruku sendiri. Mungkin bukan cuma dari kopi panas, tapi dari ruang sederhana untuk sekadar menikmati hidup.